Unit Kegiatan Mahasiswa Lingkar Ilmiah Studi Mahasiswa Universitas Tanjungpura akan mengadakan WRM ( Workshop Research Mahasiswa ) yang akan dilaksanakan pada :
Hari :Minggu,20 Juni 2010
Waktu :07.30-selesai
Tempat :Rektorat Untan Lantai III
Di harapkan pada segenap Civitas Akademika Se-Kota Pontianak agar dapat hadir pada acara tersebut. peserta akan mendapatkan info penting seputar penelitian yang pastinya sayang untuk dilewatkan
info Lebih Lanjut :
susan :0852 4580 7867
Dikta :0852 4540 7993
Pada tanggal 16 april lalu kami berkesempatan untuk nonton bareng Film Alangkah Lucunya Negeri Ini dari film tersebut banyak sekali adegan yang membuka mata kita akan kondisi bangsa kita yang sebenarnya.
Berikut hasil Resensi nya !!!
Alangkah Lucunya Negeri Ini !!!
Resensi
Film ini disutradai dan diperankan langsung oleh Dedy Mizwar, Slamet Rahardjo, Jaja Miharja ( tiga aktor senior ). film ini mengambil latar kehidupan kota yang diwarnai dengan berbagai aktifitas dari yang aktifitas elite hingga marjinal. Dalam cerita ini lebih memfokuskan pada kehidupan anak-anak kota yang berprofesi sebagai pencopet. Muluk yang diperankan oleh Reza rahardian berperan sebagai seorang yang ingin merubah kehidupan anak—anak tersebut, yang tadinya berprofesi sebagai pencopet menjadi pedagang asongan. Anak-anak tersebut memiliki seorang Bos bernama bang jarot yang diperankan oleh Tio Pakusadewo bos mereka lah yang bekerja sama dengan muluk agar para pencopet cilik ini tidak bekerja sebagai pencopet lagi, tetapi bekerja dengan pekerjaan yang lebih baik. Dalam film ini saya terkesan dengan akting tio pakusadewo, ia sangat menghayati perannya apalagi ketika adegan dimana ia memukul kepala anak-anak tersebut hal itu saya lihat sangat natural, apalagi selain pemain teater cilik, terdapat pula anak jalanan dan pencopet sungguhan yang belum pernah berakting sebelumnya, hal ini membuat film tersebut lebih terlihat natural. pemilihan lokasinya pun sangat strategis memberikan gambaran yang jelas terhadap perbedaan antara yang kaya dan yang miskin.
Permasalahan yang diangkat dalam cerita ini juga cukup bagus malah bisa dibilang sangat baik selain komedi yang menghibur, terdapat pula cerita tentang kesenjangan sosial , tindakan semena-mena Satpol PP dan masih banyak lagi adegan yang bakalan membuka mata kita akan kondisi sebenarnya bangsa kita. Dalam film ini juga diceritakan syamsul yang diperankan oleh Asrul Dahlan seorang sarjana pendidikan dan pipit yang diperankan oleh tika Bravani dua orang junior dalam dunia akting yang memberikan arti penting pendidikan. ending dari cerita ini lah yang memberikan klimaks yang cukup menyentuh.
Film ini membuka mata kita akan kondisi yang terjadi pada bangsa kita. dan menurut saya film ini sayang untuk dilewatkan.




