DIALOG ILMIAH MAHASISWA UNIVERSITAS TANJUNGPURA
“STRATEGI dan TAKTIK MENEMBUS PIMNAS 2010”
Sabtu, 13 Maret 2010 bertempat di Rektorat Lt. III Universitas Tanjungpura Pontianak dihadirkan Salah satu Reviewer Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional Dr. Rimbawan, beliau juga tercatat sebagai Pembantu Rektor III Institute Pertanian Bogor. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Lingkar Ilmiah Studi Mahasiswa Untan ini dihadiri oleh Mahasiswa/i dari berbagai fakultas di lingkungan UNTAN.
Latar belakang diadakannya Dialog Ilmiah Mahasiswa ini adalah dalam rangka mempersiapkan ke-29 team Program Kreativitas Mahasiswa yang akan menghadapi Monitoring dan Evaluasi (MONEV) pada bulan Mei mendatang. Mereka akan mempresentasikan Laporan Kemajuan yang mereka lakukan selama lebih kurang 3 bulan waktu kegiatan/penelitian, merekalah yang memiliki kesempatan besar merebut hati para dewan juri MONEV dan berhak untuk dikirim ke ajang PIMNAS di Bali bulan Juli nanti.
Satu pintu menuju PIMNAS selain melalui MONEV, Mahasiswa/i Untan bisa mengikuti PKM-Gagasan Tertulis dan Artikel Ilmiah, dimana deadlinenya tgl. 31 Maret 2010. PKM terbaik yang dinilai juga oleh Juri PIMNAS diundang ke Gelanggang pertemuan Mahasiswa/i pilihan se-Indonesia. Materi-materi yang disampaikan Dr. Rimbawan sangat bermanfaat dan banyak hal yang beliau bagikan ke Peserta. Terlihat peserta sangat antusias mendengarkan dan saat di buka sesi pertanyaan, tak henti-hentinya pertanyaan demi pertanyaan diutarakan.
Sempat panitia di rudung kecemasan dan rasa pesimistis bahwa peserta tidak akan capai target. Pemicunya, secara mengejutkan sehari sebelum acara, duka dialami UNTAN. Bentrokan antar Mahasiswa kembali terulang di Universitas Negeri Terbesar di Bumi Khatulistiwa yang berujung pembakaran dan pengrusakan gedung fakultas FISIP dan memakan korban luka yang tak sedikit, wartawan yang sedang meliput pun tak luput jadi bulan-bulanan oknum yang berseragam mahasiswa tapi kelakuan preman, bahkan polisi Situasi pada hari bentrokan benar-benar menegangkan. Terlihat Mobil-mobil lapis baja dan banyak personil polisisi bersenjata lengkap berjaga-jaga di titik-titik rawan bentrokan.
Berita bentrokan yang berdampak pencitraan buruk UNTAN keseantero Indonesia mengalir deras melalui berbagai media cetak dan elektronik. Dr. Rimbawan pada saat mulai acara juga sempat menyatakan keprihatinannya mendalam dan mengingatkan peserta untuk tidak melakukan hal serupa di masa mendatang karena akan sangat merugikan mahasiswa sendiri. Apa yang dikhawatirkan Panitia tidak benar-benar terjadi. Rungan Rektorat penuh, bahkan kursi yang ada masih kurang. Terdata sekitar 161 orang peserta terdiri dari unsur Mahasiswa/i dan Dosen Pembimbing dari 29 team PKM yang Lolos tahap pertama dari UNTAN.
Semoga Rekan-rekan Mahasiswa Untan dapat membuang jauh-jauh tindak tanduk kebrutalan yang pada akhirnya menimbulkan kerusuhan sekaligus mencuatkan pencitraan UNTAN menjadi kian terpuruk. Padahal saat ini UNTAN sudah mencapai posisi 11 dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri/Swasta se-Indonesia dalam Aktivitas Keilmiahan. Berbicaralah dengan Lantang dalam menyampaikan kebaikan di era Demokrasi saat ini,ngak harus Emosi membrutal....ngak ada untungnya, malah BUNTUNG. HIDUP MAHASISWA yang BerEtika dan BERADAB !!!






0 komentar:
Posting Komentar